15 Maret 2011

Pengoruh Modal don Tenaga Kerja terhadep Produksi Pupukpoda PTPupuk Iskandar Muda-Lhoweumawe 133

PENGARUH MODAL DAN TENAGA KERJA TERHADAP PRODUKSI PUPUK PODA PT.ISKANDAR MUDA-LHOWEUMAWE 133
BY:YUNIAR

Yusniar,
Pengoruh Modal don Tenaga Kerja terhadep Produksi Pupukpoda PTPupuk Iskandar Muda-Lhoweumawe 133
Aspek ekonomi suatu perusahaanlindustri dapat
dipandang dari sisi input (masukan) maupun dari sisi
output (keluaran). Pandangan dari sisi input menganggap
bahwa nilai output merupakan fungsi dari
penggunaan input. Sedangkan pandangan dari sisi
output menganggap bahwa biaya merupakan fungsi
dari output. Indikator ekonomi yang mempengaruhi
tingkat output adalah investasilmodal, tenaga kerja
serta kemajuan teknologi. Penggunaan teknologi yang
lebih maju akan menciptakan efisiensi dalam produksi
yang akhirnya berdampak pada output. Dengan
demikian, proses produksi akan lebih efisien bila pertumbuhan
output lebih disebabkan oleh peningkatan
produksi yangtercermin dari rasio output-input yang
meningkatkan dari penambahan dari jumlah unit dari
faktor produksi (Battie dan Taylor, 1994).
Pupuk urea merupakan unsur penting dalam
pertanian. Pupukdigunakan oleh petani untukmenambahan
hasil pertanian. Agar petani yang umumnya
berpendapatan rendah dapat membeli pupuk yang
dijual oleh produsen, maka pupuktersebut hams dijual
dengan harga yang terjangkau. Dalam rangka menekan
harga pupuk yang optimal tentu tidak terlepas
dari bagaimana pupuk tersebut diproduksi. Faktor produksi
merupakan ha1 yang sangat menentukan bagi
produsen pupuk, agar output yang mareka hasilkan
sanggup dibeli oleh konsumen. Untuk itu, makamenajemen
perusahaan harus mengkonsentrasikan ke
tingkat efisiensi yang tinggi bagi perusahaan agar
keuntungan yang diperoleh dapat optimal.
Produksi optimal dapat dicapai apabila penggunaan
input sebaik mungkin. Alokasi input yang baik
dapat dilihat dari berapa sumhangan seluruh input
terhadap produksi. Return To Scale (RTS) menggambarkan
pada posisi mana perusahaan berada, bila
tambahan input secara proposional mengakibatkan
bertambahnya output yang lebih kecil daripada
tambahan input, maka perusahaan berada pada decreasing
retur to scale dan bila tambahan input
secara proporsional mengakibatkan bertambahnya
output dalam jumlah yang lebih besar daripada
tambahan input, maka perusahaan berada pada increasing
return to scale dan perusahaan belum
mencapai efisiensi. Kontribusi input yang optimal
dicapai bila tambahan input proporsional dengan
tambahan output maka posisi perusahaan pada constant
return to scale. Efisiensi dicapai perusahaan
pada posisi constant return to scale (Pappas, 1995).
Hipotesis
Faktor produksi modal dan tenaga kerja berpengamh
terhadap produksi.
Skala produksi PT Pupuk Iskandar Muda adalah
Constant return to Scale.
METODE
Penelitian dilakukan di kantor Pusat PT Pupuk
lskandar Muda Krueng Geukueli Jalan Medan -
Banda Aceh Kecamatan Dewantara Kabupaten
Aceh Utara Nanggroe Aceh Darussalam. Untuk
keperluan analisis dalam penelitian ini digunakan model
analisis fungsi produksi CobbDouglas, yaitu:
Di mana:
Q =Output
K =Input Modal
L =Input tenaga kerja
Po = Constanta
p, = Elastisitas input modal
p, = Elastisitas input tenaga kerja
Untuk menjelaskan Return To Scale (RTS)
maka harus dilihat besaran elastisitas dari masingmasing
faktor produksi. Decreasing return to scale
diartikan bahwa proporsi penambahan faktor produksi
akan menghasilkan tambahan produksi yang lebih
kecil, melipatduakan masukan akan memheri hasil
yang kurang dari dua kali lipat, ha1 ini ditunjukan oleh
(P + P < 1).
Increasing return to scale diartikan proporsi
penambahan faktor produksi akan menambah produksi
yang lebih besar, melipatduakan masukan akan
mengakibatkan perubahan hasil yang lebih dari dua
kali lipat, ha1 ini ditunjukan oleh (P + P > I).
Constant return to scale diartikan proporsi penambahan
faktor oroduksi akan menambah oroduksi
dengan proporsi yang sama, melipatduakan masukan
mengakibatkan menambah produksi dengan proporsi
yang sama, ha1 ini ditunjukan oleh (P + P = I).
Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan
data sekunder yang diambil dari Badan Pusat
Statisik (BPS) Nanggroe Aceh Darussalam dan langsung
di kantor Pusat PT Pupuk lskandar Muda
Lhokseumawe (2006). Sesuai dengan ketersedian
134 JURNAL APLIKASI MANAJEMEN, VOLUME 5. NOMOR I , APRIL 2007
data yang ada, ada tiga kategori variabel yang digunakan
yaitu modal, tenaga kerja dan produksi. Modal
adalah pertumbuhan modal atas dasar harga konstan
yang dinyatakan dalam persentase. Tenaga kerjaadalah
pertumbuhan tenaga kerja yang dinyatakan dalam
persen dan produksi adalah pertumbuhan produksi
atas dasar harga konstan yang dinyatakan dalam
persentase.
Kegiatan Usaha Perusahaan
PT Pupuk Iskandar Muda bergerak dalam
bidang industri yang menghasilkan pupuk urea sebagai
produk utama. Dengan menggunakan proses Mitsui
Toatsu Total Recyicle C. Improvet, unit ini mampu
memproduksi pupuk urea butiran dengan kapasitas
terpasang 1725 tonlhari, atau 570.000 ton pertahun.
Urea butiran yang dihasilkan disimpan dalam bulk
storage ataupun ke unit pengantongan dan siap
dipasarkan oleh PT Pusri. Selain produk utama PT
Pupuk Iskandar Muda juga menghasilkan amoniak,
unit ini berkemampuan memproduksikan amoniak
11 70 tonlhari atau 386.000 tonltahun dengan menggunakan
proses kenlog dari Amerika dengan bahan
baku gas alam, uap, air dan udara. PT Pupuk Iskandar
Muda juga menghasilkan produk sampingan, yaitu
Oksigen (02), Nitrogen cair (N2 Liquid), Nifrogen
Gns (N2 gas) dun Gas Argon.
Untuk memproduksi pupuk urea bahan mentah
yang diperlukan adalah gas alam (natural gas) yang
dibeli dari PT Arm LNG Co, air bersih, air untuk
pendingin, air bebas mineral untuk ketel uap, uap air,
udara instrumen, tenaga listrik dan oksigen serta nitrogen.
Bahan baku berupa air diperoleh dari Krueng
Peusangan, tenaga lishik dibangkitkan oleh gas turbin
generator yang berkapasitas desain 15 MW. Bahan
lain adalah Cizenzical(bahan kimia), Catalyst (bahan
pembantu untuk berlangsungnya proses kimia) dan
Lubricatin oil (minyak pelumas).
Secara garis besar pabrik ini dibagi dalam 3 unit
kegiatan usaha, yaitu:
UnitAmoniak, unit ini mengolah bahan gas alam
(CH) air dan udara menjadi amoniak dan karbon
dioksida. I
Unit Urea, unit ini berfungsi mengoiah amoniak
dan karbon dioksida menjadi pupuk urea.
Unit Utilitas, unit ini berfungsi memproses
penyediaan bahan kebutuhan seperti.
Air bersih untuk bahan baku, air untuk pendingin,
air bebas miniral dan ketel uap, uap air, udara
inshumen, tenaga listrik dan oksigen serta nitrogen.
Bahan baku berupa air di peroleh dari Krueng
Peusangan, tenaga listrik dibangkitkan oleh gas
turbin generator yang berkapasitas 15 MW.
Bahan baku udara yang diperoleh dari udara
bebas di dalam Fractionation Column didinginkan
dengan berdasarkan perbedaan titik embun,
sehingga unsur nitrogen dapat dipisahkan.
Produksi PT Pupuk Iskandar Muda sebagian
besar dipasarkan di dalam negeri dan dipegang oleh
PT Pupuk Sriwijaya sebagai distributor tunggal,
sedangkan untuk luar negeri dipasarkan sendiri oleh
PT Pupuk Iskandar Muda. Sejak mulai berproduksi,
PT Pupuk Iskandar Muda telah berkembang dari
tahun ketahun. Dalam usahaoptimalisasi produksi dan
pemasaran perusahaan telah mampu memasarkan
produksinya ke Cina, India, Pakistan, Vietnam, Korea
dan negara-negara di Amerika Latin.
Perkembangan Modal
Modal adalah semua biaya yang digunakan dalam
proses produksi baik biaya variabel maupun biaya
tetap. Biaya-biaya tersebut dalam kegiatan produksi
sering juga disebut dengan biaya input (Husnan dan
Enny 2002). Komposisi biayavariabel pada PT Pupuk
lskandar Muda terdiri dari bahan baku, bahan bakar
dan bahan penolong lainnya. Penggunaan biaya inputlmodal,
tenaga kerja dan produksi pupuk pada PT
Pupuk Iskandar Muda periode 2000-2004 terus
meningkat mencapai 8,07%/tahun. Peningkatan ini
sangat dipengaruhi oleh kenaikan suku bunga, tarif
pajak dan kebijakan struktur modal. Input yang
digunakan oleh PT Pupuk Iskandar Muda untuk nielakukan
produksi pupuk terdiri dari gas alam sebagai
bahan baku dan energi, air bersih, bahan kimia, tenaga
kerja dan input pendukung lainnya
Selain tenaga kerja semua input di atas disediakan
oleh utility, yaitu suatu unit kerja yang bertugas
menyediakan semua kebutuhan bahan baku dan
lainnya yang dibutuhkan oleh unit-unit lainnya. Inputinput
tersebut mempunyai karakteristik yang berbeda
dalam penyediaannya, gas alam sepenuhnya dibeli
oleh PT Pupuk Iskandar Muda dari PT Arun di
Lhokseumawe yakni sebuah perusahaan eksplorasi
gas alam terbesar di Indonesia yang melakukan kerja
sama atau kontrak dengan PT Pupuk Iskandar Muda
Yusniar, Pengaruh Modal dun Tenago Kerja lerhadap.Produkri Pupukpada PT Pupuk lskandar Muda-Lhowseumawr 135
dalam menyediakan gas alam yang dibutuhkan oleh
PT Pupuk Iskandar Muda. Sementara untuk kebutuhan
input air dilakukan penyedapan sendiri oleh PT
Pupuk Iskandar Muda di sungai Peusangan. Hal ini
disebabkanjumlah kualitas air yang dibutuhkan oleh
PT Pupuk Iskandar Muda sangat besar dan benarbenar
bersih. Sementara untuk input bahan kimia
dibeli dari pihak luar dengan melakukan tender kepada
rekanan penyedia kebutuhan bahan baku PT Pupuk
Iskandar Muda. Namun, untuk bahan kimia ammonia
yang dibutuhkan sangat besar dan merupakan
bahan kimia yang berbabaya dan sulit untuk proses
pengangkutan dan juga sangat mahal, maka PT Pupuk
Iskandar Muda mengambil inisiatif melalui studi
kelayakan untuk memproduksi sendiri amonia yang
dibutuhkan untuk bahan dasar pembuatan pupuk.
Sedangkan tenaga kerja merupakan input tetap yang
disediakan oleh departemen personalia. Biaya variabel
rata-rata dari tahun ke tahun didominasi oleh biaya
bahan baku, yaitu mencapai 70%. PT Pupuk Iskandar
Muda termasuk jenis industri yang banyak menggunakan
bahan baku gas alam dibandingkan dengan
bahan baku lainnya.
Perkembangan Tenaga Kerja
Kebadiran PT Pupuk Iskandar Muda di
Lhokseumawe telah banyak menyerap tenaga kerja
yang dapat bekerja pada perusahaan besar ini.
Meskipun berlokasi di Nanggroe Aceh Darussalam
PT Pupuk Iskandar Muda tetap menampung lapangan
kerja dan kesempatan berkarir kepada segenap putraputri
Indonesia yang terbaik dari segenap penjuru
tanah air. Tenaga kerja PT Pupuk Iskandar Muda
didominasi oleh karyawan yang berasal dari propinsi
Nanggroe Aceh Darussalam dan propinsi Sumatera
Utara, akan tetapi pada PT Pupuk Iskandar Muda
terdapat juga karyawan yang berasal dari semua
propinsi di pulau Jawa bahkan ada yang berasal dari
Indonesia bagian timur seperti Bali dan Maluku
(Pupuk Iskandar Muda PT, 2004).
Menurut, Tadaro (1999) bahwa keberadaan
perusahaan besar baik swasta maupun asing secara
langsung atau tidak langsung akan mempengaruhi
keaadaan ekonomi rnasyarakat sekitar. Hal ini bisa
terjadi karena berusahaan besar banyak menyerap
tenaga kerja, dengan demikian secara langsung akan
membuka kesempatan kerja yang besar dan selanjutnya,
akan menjadi daya tarik bagi tenaga kerja dari
luar daerah. Sedangkan pengaruh tidak langsung
adalah jumlah penduduk di daerah tersebut akan meningkat
tajam bahkan dapat terjadi ledakan penduduk
karena biasanya perusahaan akan membawa karyawan
tetap. Meningkatnya jumlah penduduk disekitar
perusahaan akan mendorong tumbuhnya berbagai
kegiatan ekonomi untuk memenuhi kehidupan. Dalam
arti positifnya bahwa pertumbuhan penduduk merupakan
pendorong meningkatnya kegiatan ekonomi.
Keberadaan PT Pupuk Iskandar Muda tentunya
mampu meningkatkan taraf kehidupan karyawan dan
masyarakat sekitar pada umumnya dan mampu
merubah kondisi kehidupan masyarakat yang serba
kekurangan menuju kepada kondisi kehidupan yang
Iebih baik. Hal ini dikarenakan setiap karyawan yang
bekerja pada PT Pupuk Iskandar Muda tentu akan
memperoleh penghasilan tetap setiap bulan sebagai
kompensasi dari jasa yang diberikan. Persoalan tingkat
penghasilan karyawan yang berbeda-beda, ha1 ini
bergantung pada besarnya kontribusi yangdiberikan
padaperusahaan. Tingkat penghasilan ini lnerupakan
gaji setiap bulan untuk setiapjabatan. Selain gaji pokok
karyawan juga menerima tunjangan-tunjangan sesuai
dengan jabatan masing-masing dan menerima bonus
setiap akbir tahun.
Perkembangan Produksi
Salah satu masalah utama dalam ketenagakerjaan
adalab tingkat produktivitas tenaga kerja. Untuk
mengukur tingkat produktivitas adalah kemampuan
tenaga kerjadalam menghasilkan produk atau dengan
cara lazim digunakan adalah memhagi nilai tambah
denganjumlah tenaga kerja yang terlibat dalam proses
produksi (Herjanto Eddy, 1999). Berdasarkan uraian
di atas, maka untuk mengukur tingkat produktivitas
adalah perbandingan antara total produksi yang
dihasilkan dengan total input yang digunakan.
Dalam aspek produksi dari tahun pertama berproduksi
yaitu tahun 1985 perkembangan produktivitas
pupuk sangat membanggakan rata-rata berproduksi - -
di atas kapasitas terpasang yaitu 570.000 tonltahun.
Keberhasilan produksi pupuk tidak terlepas dari produksi
amonia, karena bahan ini merupakan produk
antara untuk menghasilkan urea. Sejak tahun 1985
produksi amonia juga selau diatas kapasitas terpasang
yaitu 330.000 tonltahun (BPS, 2006).
Pencapaian kinerja produksi tidak hanyadisebabkan
oleh manajemen operasi yang handal. Hal inijuga
didukung oleh usaha-usaha pemeliharaan pabrik yang
terencana dengan baik, di antaranya melalui
136 JURNAL APLIKASIMANAJEMEN, VOLUME 5, XOMOR I, APRIL 2007
penerapan maintenance management, baik dalam
bentuk breaMownpreventive yaitu dengan melakukan
kegiatan pemeliharaan setelah terjadinya suatu
kerusakan atau kelainan padaperalatanlfasilitas produksi
maupunpredictive maintenance yaitu kegiatan
pemeliharaan dengan maksud mencegah timbulnya
kerusakan pada peralatanlfasilitas produksi yang
dilakukan secara teratur dan proaktif. Keadaan ini
juga dipengaruhi oleh sumber dayamanusia PT Pupuk
Iskandar Muda yang lebih mengedepankan unsur
profesionalisme, integrasi dan kebersamaan sebagai
basis penilaian kerja dan juga dalam aspek teknologi
informasi yang terhubung dengan jaringan global.
Produksi pupuk yang dihasilkan oleh PT Pupuk
Iskandar Muda umumnya untuk memenuhi kebutuhan
petani dalam negeri di wilayah barat, yaitu wilayah
Propinsi Nanggro Aceh Darussalam, Sumatera Utara
dan Propinsi Riau. Sedangkan sisanya dijual ekspor
dengan tujuan utama negara Asia Tenggara. Pemasaran
Pupuk PT Pupuk Iskandar Muda untuk dalam
negeri sebahagian besar diserap oleh PT Pusri sebagai
distributor tunggal untuk urea sektor pangan. Sedangkan
pupuk urea untuk sektor perkebunan dan industri
pemasarannya dilakukan sendiri oleh PT Pupuk
Iskandar Muda. Oleh karenanya, untuk pemasaran
dalam negeri pembelian pupuk urea oleh PT Pusri
sejak tahun 1985 sampai dengan 2004 sangat dominan,
yaitu mencapai 94% dari total pemasaran pupuk urea
dalarn negeri. Sedangkan pemasaran pupuk yang
dilakukan langsung oleh PT Pupuk Iskandar Muda
untuk perkebunan dan industri masing-masing hanya
3%.
PEMBAHASAN
Dalam mengestimasi suatu fungsi produksi
dengan menggunakan regresi linier berganda dan perlu
melihat apakah model regresi tersebut memenuhi
syarat Best ~ i i i e~rn b i aEss timation (BLUE) meliputi
uji normalitas, goodness ofFit, multikolinearitas dan
autokorelasi (Gujarati, Domandar, 1995).
Berdasarkan hasil regresi diperoleh nilai R
Square = 0,888 menunjukkan bahwa 88,88% variasi
variabel modal dan variasi tenaga kerja mampu menjelaskan
variasi variabel output, sedangkan sisanya
0,112 atau 11,20% dijelaskan oleh varaibel lain yang
tidakditeliti. Untukmelihat kelayakan model dilihat
dari nilai F yang diperoleh sebesar 146,396 dengan
nilai sig ,000 <probabilitas 0,05. Hal ini menunjukan
adanya kelayakan model dalam penelitian ini.
Untuk melihat normal tidaknya residual data maka
dilihat dari nilai Kolmogorov Smimov. Besamya nilai
Kolmogorov - Smirnov adalah 0,780 dan tingkat sig
pada a = 0,05 (kama nilai sig = 0,577 > 0,05). Jadi
disimpulkan bahwa residual terdistribusi secara normal
(Imam Ghazali :2005). Selanjutnya, Nilai (Variance
Inflasi FactorlVIP) untuk modal dan tenaga
kerja kurang dari 5. Dengan demikian, multikolinearitas
di antara variabel independent dalam penelitian
ini dapat ditolerir.
Semua koefisien bertanda positif yang berarti
setiap ada kenaikan input maka output juga mengalami
kenaikan. Kedua faktor ini signifikan karena
nilai sig dari Fhltvnsge besar 0,000 dengan demikian,
modal dan tenaga kerja secara simultan berpengaruh
terhadap produksi. Namun, besarnya pengaruh kedua
faktor ini adalah 88,80%. Dengan demikian, hipotesis
yang menyatakan bahwa modal dan tenaga kerja
berpengan~hte rhadap produksi pupuk diterima. Kalau
dilihat pengaruh variabel modal secara parsial terhadap
variabel produksi adalah sebesar 0,983 dan nilai
sig adalah 0,000 dengan kata lain bahwa, tingkat
elastisitas output terhadap input modal adalah 0,983
yang artinya jika modal berubah 1% menyebabkan
perubahan pada produksi sebesar 0,983%, Penelitian
ini didukung oleh Penelitian Firdaus (2000) yang
menyatakan bahwa adanya pengaruh antara pengguna
modal terhadap output. Sedangkan pengaruh
variabel tenaga kerja terhadap produksi secara parsial
adalah 0,164. Tingkat elastisitas output terhadap input
tenaga kerja adalah sebesar 0,164 yang artinya
jika tenaga kerja berubah 1% maka produksi juga
berubah 0,164%.
Tabel lHasil Regresi Output SPSS
Variabel Koefesien Estimasi thitunc Sig
Constanta 0,605 1,826 0,76
Modal 01983 161719 0.00
Tenaga kerja 0: 164 41772 0,OO
R = 0,942 R2 = 0,888 F,,,, = 146,396 DW = 1,925
Kolmogorov Smirnov Z = 0,780 Asymp Sfg . = 0,577
J'usniar, Pengaruh Modal dm Tenaga Kerja terhodap Produkri Pupukpada PTPupuk Iskandar Muda-Lhowseumawe 137
Bila dilihat dari pelanggaran asumsi klasik tidak
terjadi autokorelasi dan multikolinearitas tidak ditemukan
dalam estimasi fungsi produksi. Karena semua
persoalan pelanggaran asumsi klasik tidakditemukan
maka model dalam penelitian ini dapat digunakan alat
uji Return to Scale (RTS).
Untuk menguji kategori Return to Scale dapat
ditentukan berdasarkan estimasi persamaan pada
Tabel 1.
Dari h a d estimasi dengan menggunakan nilai
koefisien pl + P2 yaitu 0,983 + 0,164 = 1,147 atau
nilai koefisien lebih besar dari satu artinya batiwa PT
Pupuk Iskandar Muda Lhokseumawe berproduksi
pada posisi skala hasil yang meningkat (increasing
return to scale). Terjadinya increasing return to
scale berimplikasi economic to scale yaitu biaya ratarata
akan turun sejalan dengan kenaikanjumlah output.
Keadaan ini juga dipengaruhi oleh sumber daya
manusia PT Pupuk Iskandar Muda lebih mengedepankan
profesionalisme, integrasi dan kebersamaan
sebagai basis penilaian kerja dan juga aspekteknologi
informasi yang terhubung dengan jaringan global.
Penelitian ini berbedadengan penelitian yang dilakukan
oleh Mawardati (2003) yang menemukan bahwa
industri skala besar adalah decreasing return to
scale.
Dengan hasil analisis ini hipotesis yang menyatakan
bahwa produksi pupuk PT Pupuk Iskandar
Muda berada pada constant retun to scale ditolak.
Fungsi ini juga menggambarkan bahwa proses
produksi PT Pupuk Iskandar Muda sudah cukup
efisien, karena setiap ada penambahan input akan
meningkat jumlah output yang lebih besar. Namun
demikian, karena besamya elastisitas faktor produksi
modal menunjukkan bahwa PT Pupuk Iskandar Muda
Lhokseumawe bersifat padat modal. Modal menunjukkan
pengaruh yang lebih besar terhadap upaya
peningkatan produksi pupuk dibandingkan tenaga
kerja.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan
maka dapat digmpulkan bahwa:
Penggunaan faktor produksi modal dan tenaga
kerja terhadap kegiatan produksi pupuk PT Pupuk
Iskandar Muda berpengaruh terhadap produksi. Hasil
analisis data dengan uji serempak dan uji parsial
menunjukkan bahwa faktor produksi modal dan tenaga
kerja berpengamh terhadap produksi. Dan dilihat dari
kepekaan penggunaan faktor produksi terhadap
kegiatan produksi temyata modal lebih elastis dibanding
tenaga kerja. Artinya, penggunaan modal lebih
berpengamh terhadap produksi dibandingkan tenaga
kerja secara dan relatif PT Pupuk Iskandar Muda
memilih teknologi padat modal.
Dari penggabungan koefisien regresi pl + P2
diperoleh nilai 1,147 lebih besar dari satu yang berarti
bahwa PT Pupuk Iskandar Muda berada pada increasing
return to scale atau proporsi penambahan
faktor produksi akan menghasilkan tambahan hasil
produksi lebih besar dari penambahan faktor produksi,
ha1 ini ditunjukkan oleh pl + P2 > 1. Dengan
keberhasilan hasil produksi pupuk pada keadaan increasing
tidak terlepas pada manajemen PT Pupuk
Iskandar Muda yang selalu memperhatikan rencana
pengembangan yang berkesinambungan yang meliputi
pengembangan sistem, sumber daya manusia dan
teknologi serta peningkatan kapasistas produksi.
Saran
Apabila PT Pupuk Iskandar Muda menginginkan
peningkatan produksi, maka diperlukan penambahan
modal. ~ e n g i pne nambahan modal maka !Jemsahaan
memasuki perubahan teknologi yang memungkinkan
pemsahaan memproduksi lebih banyak. Namun, disisi
lain penambahan input yang mengakibatkan penambahan
output lebih besar juga kurang baik karena
pada saat tersebut ongkos produksi per unit mengalami
peningkatan.
Melihat kenyataannya PT Pupuk Iskandar Muda
harus meningkatkan efisiensi mengingat peranannya
dalam meningkatkan pembangunan ekonomi khususnya
disektor pertanian. Untuk mencapai efisiensi
hendaknya diciptakan sistem informasi yang baik
antara perusahaan dan pemerintah serta meningkatkan
kemajuan manajemen mengkombinasikan faktor
produksi sehingga terdapat keseimbangan elastisitas
penggunaan faktor produksi yang akhirnya akan
menghasilkan produksi yang optimal.
DAPTAR RUJUKAN
Badan Pusat Statistik (BPS) Nanggroe Aceh Darussalam
2006.
Beattie, R., Bruce., dan Taylor, R.C. 1994. Ekonorni
Produksi. Yogyakarta: UGM PRESS.
138 JURNAL APLlKASl MANAJEMEN, VOLUME 5, NOMOR I. APRIL 2007
Firdaus, A. 2000. Analisis Pengaruh Faktor Produksi
Modal dun Tenaga Kerja terhadap Output pada
P ~ N s T~arnXban~g T imah Indonesia. (Tesis) Universitas
Padjajaran Bandung.
Ghazali, 1. 2005. Aplikasi Analisis Multivariate dengan
Program SPSS. Semarang: Penerbit Universitas
Diponogoro.
Gujarati, D. 1999. Ekonometrika Dasar, Terjemahan
Sumarno Zain. Jakata: Penerbit Erlangga.
Herjanto, E. 199. Dasar-dasar Manajemen Produksi dun
Operasi. Yogyakarta: Penerbit BPFE.
Husnan, S., dan Enny, P. 2002. Dasar-dasar Manajemen
Keuangan. Edisi Ketiga. Yogyakarta: Penerbit
Akademi Manajemen Perusahaan YKPN.
Mawardati. 2003. Analisis Input Output Perusahan Kecil
dun Sedang di Indonesia, Tesis, Universitas Syiah
Kuala.
Pappas, J.L., dan Mark, H. 1995. Alih bahasa Ekonomi
Manujerial. Edisi keenam jillid 1, Binampa Aksara
Indonesia.
Pupuk Iskandar Muda. PT. 2003. Perjalanan Tantangan
dun Masa Depan.
Tadaro, M.P. 1999. Pembangunan ekonomi di dunia Ketiga,
Edisi Keenam. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar