25 Februari 2011


BUILDING CONCEPT FO PAPUA PROVINCE
(Sebuah Konsep Pembangunan Cooperative dan Partisipative)
M.Gombo
Disarikan dan diposkan dari First Lesson Duty
………………………………………………………………………………………………………………………………….

KONSEP DAN DEFINISI

1.Konsep
Konsep pembangunan secara sadar itu muncul ketika memandang sesuatu yang memiliki nilai estetika lalu terinspirasi untuk mau mencoba melakukannya. Konsep pembangunan secara sadar dimaksudkan memang sudah ada programnya, namun dimodifikasi lebih jauh dan nyata dalam kelompok masyarakat disuatu wilayah pada setiap sector. Pembangunan pada dasarnya ada dua yaitu pembangunan fisik dan pembangunan non fisik. Pembangunan fisik sendiri dapat diterjemahkan berbagai macam, misalnya pembangunan Infrastruktur, industry dan manufacture, pertambangan dll. Sedangkan pembangunan nonfisik yaitu pengembangan Sumber Daya manusia (SDM) melalui pendirian sekolah diberbagai tingkatan, pengembangan IPTEK dengan skala prioritas, pelatihan skill/peningkatan life skill, seminar, sarasehan dll. Semuanya itu bertujuan untuk membangun modal manusia (building human capital) atau membagun Kekuatan otak (Building Brain Power).
Dengan demikian konsep pada prinsipnya terlahir dari daya imaginasi yang cukup tinggi oleh para konseptor. Atau disebut para aritokrat. Pembangunan yang dinikmati oleh seluruh masyarakat merupakan hasil pemikiran dan hasil otak-atik pemikiran oleh para konseptor. Hasil pemikiran itu diformulasikan menjadi sebuah rencana yang terprogram, terorganisir dan dibuat costnya atau buget anggarannya untuk membiayai pelaksanaan program tersebut secara komperatif, Partisipatif (transparan dan akuntabel).
Perencanaan yang partisipatif ini sebetulnya memiliki dampak yang cukup signifikan, karena melalui cara ini bukan sekedar melibatkan partisipasi masyarakat luas, namun disini memiliki fungsi ganda, yaitu selain menghargai status masyarakat biasa yang merasa dirinya tidak ada harga melalui perencanaan partisipatif ini mereka merasa berharga dimata pemerintah dan lebih aktif dalam segala macam pembangunan. Atau kata lain membangun social capital. Karena logikanya bahwa mereka itu juga yang merupakan konsumen dari pembangunan yang direncanakan itu sendiri, maka mereka harus menyampaikan pikiran (keinginan dan kebutuhan ) mereka dalam perencanaan pembangunan.

1.  Definisi
Definisi Pembangunan sebetulnya banyak tergantung dari perspektif masing-masing. Dari sekian banyak definisi pembangunan dari masing masing pakar tersebut disini diambil hanya beberapa saja sebagai sampel. Pada dasarnya Pembangunan berarti perubahan suatu kondisi atau situasi baik itu secara abstrak maupun kongkrit pada suatu wilayah atau area/tempat, wadah/ organisasi/institusi. Dengan demikian ada baiknya dilihat menurut pakar dibawah ini.

Definisi Pembangunan, yaitu suatu keadaan dimana ada perbaikan. Development is “ state in which thing are improving “.
Development is a change from particular state to those that are considered as better or improved ( Saul M. Katz. Guide modernizing Adminitration for National Development, 1966)

Selain definisi diatas ada beberapa definsisi/pengertian pembangunan menurut beberapa pakar pembangunan dibawah ini untuk memperjelas apa itu pembangunan, al:
1.Pembangunan menurut siagian (1994) memberikan pengertian pembangunan sebagai “ Suatu usaha atau rangkaian usaha pertumbuhan dan perubahan yang berencana dan dilakukan secara sadar oleh suatu bangsa, Negara dan pemerintah, menuju modernitas dalam rangka pembinaan bangsa (nation building) “. Sedangkan Ginanjar Kartasasmita (1994) memberikan pengertian yang lebih sederhana, yaitu “ suatu proses perubahan kea rah yang lebih baik melalui upaya yang dilakukan secara terencana”.
2.Pembangunan (development) adalah suatu proses yang mencakup seluruh system social, seperti politik, ekonomi, infrastruktur, pertahanan dan pendidikan, teknologi, kelembagaan dan budaya secara sengaja (Alexander, 1994). Sedangkan Portes (1976) mendefinisikan pembangunan sebagai transformasi ekonomi, social dan budaya. Pembangunan adalah proses perubahan yang direncanakan untuk memperbaiki berbagai aspek kehidupan masyarakat.

B.STRATEGI PEMBANGUNAN
Strategi berarti berorientase pada cara atau metode yang digunakan dalam suatu perencanaan. Bicara strategi pembangunan, namun tanpa tujuan pembangunan itu mustahil, sehingga sebelum ada strategi, apa tujuan pembangunan yang hendak dicapai?. Dengan demikian strategi sangat erat kaitan dengan tujuan dan visi dan misi pembangunan itu. Karena strategi adalah suatu cara atau jalan untuk mencapai tujuan pembangunan. Tujuan juga tak bisa terlepas dari suatu impian(vision/dream) atau cita-cita (desire). Oleh karena itu pembangunan selalu ada sepanjang manusia ada, dan seperti kita tahu bahwa diIndonesia melaksanakan pembangunan selama 5 tahun oleh pemimpin bangsa dan Negara serta kabinetnya. Sebagai contoh dilihat pada strategi pembangunan selalama 5 tahun di Papua yaitu 2010 – 2015 yang dirumuskan dalam sebuah program sebagai berikut:
Visi Pembangunan Papua selama 5 tahun Papua Cerdas dan Peduli
Misi ke-1:
Mewujudkan pemerintah yang demokratis, berkeadilan, transparan dan akuntabel dengan tujuan akhir, yaitu:
a.Terwujudnya pelayanan prima;
b.Terwujudnya kemandirian keuangan daerah;
c.Terwujudnya ketertiban dan kepatuhan masyarakat.
         Maka strategi pembangunan diletakan pada:
1.Pemberdayaan dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan;
2.Tertib administrasi Pemerintahan;
3.Peningkatan kinerja dan akuntabilitas kinerja pemerintah dan legislative;
4.Percepatan Proses pelayanan perijinan;
5.Peningkatan kinerja dan mutu layanan disemua aspek layanan public;
6.Mobilisasi PAD dan penerimaan daerah lainnya;
7.Menegakkan pelaksanaan peraturan pemerintah.
Misi ke – 2:
Meningkatan akselarasi pertumbuhan arus perdagangan barang dan jasa dalam skala regional maupun internasional serta memadukan wilayah greater A dalam suatu system tata ruang yang terintegrasi didukung infrastruktur, system transportasi dan system IT yang memadai dengan tujuan akhir yaitu:
a.Terwujudnya penataan ruang dan pengembangan wilayah perkotaan jayapura (Greater Jayapura) secara terpadu.
b.Meingkatnya sarana dan prasarana transportasi yang mendukung mobilitas barang dan jasa serta
c.Terwujudnya pengembangan system informasi yang berbasis global, maka strategi pembangunan diletakan pada:
Peningkatan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat/stakeholder dalam penataan ruang dan pengendalian pembangunan secara intensif;
Penyediaan sarana dan prasarana jalan dan peningkatan efisiensi transportasi kota;
Penyediaan sarana dan prasarana transportasi public;
Penyediaan system informasi yang berbasis IT

C.INDIKATOR PEMBANGUNAN
Dalam sebuah perencanaan pembangunan tanpa sebuah indikator ibarat kapal berlayar tanpa sebuah kompas atau kereta api berjalan tanpa reel. Karena indikator sebagai parameter yang hendak dicapai dalam pembangunan dengan jangka waktu tertentu. Namun tak sedikit pemerintah tidak memiliki indicator-idikator perencaan pembangunan dalam pembangunan daerah dengan skala prioritas. Hampir dibeberapa daerah kabupaten di Papua belum memiliki rencana kerja dan rencana strategis yang diformulasikan secara terorganisir dan terprogram secara baik, akhirnya sulit sekali untuk mengukur pencapaian hasil pembangunan itu. Sering kali pemerintah sendiri sebagai teknokrat sulit mempresentasikan pembangunan selama jangka waktu tertentu sebagai setiap tahun melakukan musyarwarah pembangunan didesain hanya copy-paste program kerja.
Indikator Ekonomi Pembangunan dalam hal ini ada beberapa dibawah ini ( Materi kuliah, Dr. Hanz K, M.Sc.Agr ).

Human development Index,
Artinya perlu ditentukan Indeks pembangunan manusia selama jangka waktu tertentu. Misalnya; Selama tiga tahun berapa doktor yang dihasilkan, berapa tenaga teknik, berapa dokter dll. Itu disebut dengan Human development Index atau penyiapan Human Capital secara serius untuk tenaga pembanguanan fisik atau natural capital.
Development ( Pembangunan).
Pembangunan secara umum disegala sector dengan proses pengawasan dengan system yang dibangun dengan transparan serta akuntabel dengan komperatif dan akomodatif. Dengan cara membandingkan dan difasilitasi dengan proses improvisasi dari berbagai komponen masyarakat yang mendiawi di suatu wilayah/area.
Other Mearsures ( Dengan ukuran lainnya).
Artinya dalam pembangunan direncanakan secara terukur dan dengan proses meniru kepada pihak lain yang sudah maju sebagai acauan pembangunan. Orang perlu meniru atau belajar dari orang lain sebagai ukuran atau contoh dalam membuat perencanaan pembangunan. Dalam desain sebuah rencana harus menggunakan pertimbangan apakah hasil pembangunan ini dapat terukur atau tidak. Aspek ini semestinya serius untuk diperhatikan dalam perencaan.
Grouth (Pertumbuhan)
Tahap ini merupakan suatu tahap setelah adanya perencanaan. Pertumbuhan lebih menekan pada hasil perencanaan. Melihat pertumbuhan pembangunan tentunya adanya pengawasan secara kontinyu oleh para perencana dan pengawas melalui mekanisme pengawasan. Hasil perencanaan itu, bertumbuh dengan baik tergantung seberapa besar pengawasan dan rasa memiliki oleh para pengguna pembangunan itu sendiri, tetapi kalau sejak awal dalam perencanaan pembangunan tak pernah melibatkan pihak lain, namun mereka hanya menerima hasil saja, barang kali hal itu sebagai sebuah hambatan dalam pertumbuhan, karena hal itu merupakan hambatan untuk partisipasi pihak lain.

C.TEKNIK PERENCANAAN
Teknik sangat penting sebuah perencanaan. Selain teknik perencanaan ada juga target  tidak dapat dilupakan dalam proses pelaksanaan perencanaan pembangunan itu sendiri. Untuk itu dalam sebuah perencanaan pembangunan sebaiknya disusun dengan melibatkan segala macam stakeholder, mulai dari LSM, Masyarakat, Pemerintah di berbagai tingkatan.
Teknik perencanaan yang salah sangat berdampak pada pencapaian hasil yang diharapkan. Arti kata masyarakat sebagai konsumen pembangunan itu tak dapat merasakan pembangunan, sebaliknya pemerintahlah yang kenyang sehingga selama ini terkesan bahwa pembangunan selama ini dilakukan hanya kepentingan golongan elit saja, sedangkan masyarakat korban atas nama pembangunan. Dengan demikian teknik yang diharapkan menurut hemat kami adalah, sbb:

   Teknik Partisipatif
Teknik ini jarang bahkan sama sekali tidak digunakan oleh pemerintah dalam perencanaan sebuah pembangunan dearah dalam jangka waktu tertentu. Hal ini sangat merugikan dari sisi cost dan time, sehingga efisiensi dan efektiftas pembangunan tak dapat berjalan dengan baik sesuai dengan harapan semua pihak, terutama masyarakat umum sebagai konsumen utama pembangunan itu sendiri. Ada alasan klasik yang terus dipelihara bahwa masyarakat tidak bisa memberikan kesempatan untuk berpartipasi karena mereka belum bisa berfikir ilmiah, logis serta rasional. Padahal kondisi kini telah berubah. Masyarakat sangat pandai memberikan masukan walaupun tidak menggunakan istilah ilmiah dalam berkomunikasi, tetapi mereka tahu apa yang menjadi keinginan dan kebutuhan mereka konsep dan arah perencanaan pembangunan. Disinilah telah terjadi sebuah teori yang kita sebut suspicious theory dalam kontak social antara pemerintah dengan masyarakat dalam terlibat bersama-sama merencanakan sesuatu untuk pembangunan daerah.
   Teknik Komperatif
Teknik komperatif ini juga walaupun ada tetapi yang bekerja hanya kelompok tertentu saja. Mereka ini hanya mengejar target dan tujuan tanpa proses apakah perencanaan yang sedang direncakan itu bermanfaat bagi masyarakat atau tidak. Teknik ini sebetulnya sangat bagus dan cocok sesuai kondisi saat ini, dimana dalam sebuah perencanaan pembangunan perlu keterlibatan semua elemen, mulai dari masyarakat. LSM dan Para kades, Kadis dan para pengusaha yang memiliki kepentingan dalam pembangunan itu sendiri. Dengan demikian semua arah dan sasaran pembangunan jelas dan tersasaran kepada subyek maupun obyek dibutuhkan.
   Teknik Kolaborasi antara Partisipatif dan Komperatif
Teknik kolaborasi dari kedua teknik Partisipatif dan Komperatif memiliki power yang cukup besar dalam medesain sebuah perencanaan, sebab perlu dipahami bahwa kombinasi kedua teknik ini, nantinya berujung pada transparansi dan akuntabilitas perencanaan pembangunan dan sudah pasti hasilnya sangat menentu pada kebutuhan rakyat, karena mereka sudah ikut dilibatkan sebagai desainer rencana pembangunan itu sendiri. Jadi pemerintah semestinya membuka diri dalam desain sebuah rencana, sebab apa yang dibutuhkan rakyat beda dengan apa yang didesain oleh pemrintah sehingga akar persoalan dimasyarakat belum pernah teratasi dengan baik.



































TUGAS
EKONOMI PERENCANAAN DAN PEMBANGUNAN



 








Youteva Strait is
a wonder






Oleh:

Michael Gombo


DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
UNIVERSITAS CENDERWASIH
“ MAGISTER ILMU EKONOMI “ (MIA)
PAPUA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar