20 Juni 2011

BELAJAR UNTUK BELAJAR


BELAJAR untuk BELAJAR
Oleh
Micky Gombo

Kebiasaan guru seringkali langsung menyalahkan siswa kalau siswa tersebut tidak berkembang dan hasil belajar atau kata lain prestasi belajarnya tidak mengalami kemajuan. Dalam hal ini gurulah sebagai manajernya harus mencari dan mencari terus faktor-faktor penyebabnya. Setelah itu memanage seluruh management pribadinya secara baik. Sebab si guru perlu menyadari bahwa siswa itu “ ibarat seperti kertas putih yang belum pernah dicoret” maka gurulah yang mencoretnya, sehingga guru-guru jika melakukan sesuatu kepada siswa diharapkan harus ekstra hati-hati. Kaitannya dengan ini kami memberikan beberapa tips yang perlu dilakukan oleh guru, yaitu:
  1. Membuat Perencanaan ( Plane )
Dalam perencanaan ini guru mampu mencari dan melakukan studi kasus untuk mengetahui faktor-faktor penghambat dan faktor pendukung. Dalam hubungannya dengan ini guru juga menginventarisir siswa-siswa yang tingkat perkembangan intelektualnya lamban dan yang cepat, lalu lakukan pembauran kelompok antara siswa yang perkembangan inteletualnya lebih cepat dan lamban; setelah itu aksi selanjutnya berikan kepada mereka tugas-tugas tertentu untuk didiskuiskan bersama, maka sinilah proses Belajar untuk Belajar itu terjadi.

  1. Memiliki Kekokohan ( Persistence )
Untuk proses itu bisa terwujud, maka guru harus belajar memiliki kegigihan hati, dengan maksud jika menghadapi situasi yang berbeda dengan lingkungan rumahnya guru tidak kaget, tetapi hal itu dianggap biasa dan itu juga dianggap suatu warna kehidupan dan merupakan masalah yang harus dicari jalan keluarnya. Dengan demikian Guru juga diharapkan memiliki sikap dan watak “ Tahan Banting “. Karena siswa yang dihadapi itu mempunyai persoalan tersendiri dan mereka juga bukan merupakan makluk mudah diatur, seperti dikasih pindah benda-benda mati dari tempat kedudukan semula ke tempat lain. Mereka harus diatur dan didik dengan berbagai macam teknik dan gaya agar mereka belajar dari hal yang simple ke hal yang lebih kompleks.

  1. Memiliki Kesabaran ( Patience )
Dalam hal merobah watak makluk lain tidak mudah seperti dibayangkan dalam benak sebagian orang. Apalagi mengajar sesuatu yang sifatnya ilmiah. Itu sudah barang tentu memiliki sejumlah persoalan untuk menggoalkannya. Kadang-kadang setiap orang menginginkan planing itu cepat terwujud, maka mereka mengambil jalan pintas ( artinya = yang penting ada ), namun setiap masalah yang diselesaikan tanpa mempertimbangkan besarnya untung dan rugi itu dengan jelas-jelas bahwa hasilnya tidak memiliki kualitas yang didambakan. Sehingga dalam hal mengatur siswa itu setiap guru memiliki kesabaran sebab Kesabaran adalah kunci sukses bagi seseorang dalam program pribadinya. Jika kita membimbing, mengajar dan mendidik orang dengan sabar maka hasilnya jelas bermutu dan diandalkan.
  1. Memiliki Semangat ( Passion )
Dalam proses belajar dan mengajar semangat itu salah satu faktor utama. Tetapi perlu diingat bahwa dalam proses belajar mengajar tidak mudah hadirkan suasana ceriah terus-menerus sebab belajar itu memiliki masalah yang cukup membosankan atau mengalami kecapehan yang cukup banyak. Dengan demikian setiap guru harus memiliki semangat yang kokoh.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar