20 Juni 2011

PENYAKIT YANG TAK ADA KLINIK DI HAMPIR SEPEREMPAT NEGERA DUNIA


RASA MINDER ITU FAKTOR PENGHAMBAT
KEBERHASILAN PRESTASI DAN KARIR SESEORANG
(  Analisa Empiri )

Oleh:
Micky Gombo**

Banyak orang gagal berprestasi dan berkarya karena takut mencoba, tidak pernah mencoba dan karena tidak confident. Penyakit yang sering menghantui setiap orang diseantero dunia ini yaitu hanya karena tidak percaya diri terhadap potensi dirinya, belum pernah mencoba karena takut pada beratnya bayangan masalah. Kita tidak menyadari bahwa sepanjang kita diberi kehidupan yang normal, tentunya kita mempunyai potensi yang terpendam atau istilah lebih religuis lagi kita diberi talenta oleh sang CREATOR, Tuhan. Maka pikiran dan pemahaman sederhana saya adalah kenapa kita tidak memulainya dari hal-hal kecil. Namun ada satu hal yang menjadi induknya penyakit diatas adalah PERASAAN MINDER atau apalagi perasaan minder itu berlebihan ( over-minder * ). Keyakinan saya bahwa pasti setiap individu akan ketinggalan dari segala macam perubahan dan perkembangan terus terjadi di segala lini, maka setiap orang berjuang dengan cara atau strategi yang jitu dan kuat untuk menghilangkan perasaan Minder dari kehidupan pada dirinya.

Minder ( Rendah Diri ) adalah Penyakit Kronis yang terserang pada setiap individu. Atau kata lain sering terserang pada setiap orang. Penyakit tersebut terserang pada individu yang mempunyai tipe seperti dibawah.
1.      Orang yang kemampuan individunya tergolong baik, sadar namun tidak pandai dalam menyusun kata.
2.      Orang pandai menyusun kata, tapi takut salah dan malu diketawai teman atau orang lain, karena ia mempunyai beberapa simpanan memori ( save memories of ashamed ). Memori itu ada relasi dengan kalangan teman-teman/komunitas bahwa sering bercanda atau joke with other person.
3.      Orang yang belum pernah membuka diri dan bergaul di luar komunitasnya, sehingga ia belum berani mengeluarkan statment atau mengemukakan gagasan, tetapi tipe orang seperti ini makin lama bisa change of himself.
Bermunculnya beberapa tipe minder diatas, maka ada sebuah  pertanyaan yang terlintas dalam benak saya bahwa adakah cara untuk menghilangkan carakter diatas, agar penyakit minder ini tidak terus terkronis?.  Jelas, bahwa ada obat yang bisa disembuhkan, namun obat itu adalah berupa terapi yang harus diikuti oleh setiap orang yang merasa diri terkena atau terhidap penyakit ini. Usul saya bahwa jangan biarkan penyakit ini menjadi kronis didalam hidup ini, tetapi berantaslah dia dengan beberapa cara/tips yang harus dilakukan oleh setiap orang. Sebelum saya menjelaskan beberapa tips yang efektif berdasarkan bukti empiris. Namun, jauh sebelumnya saya ingin menjelaskan lebih dahulu beberapa cara /tips konyol yang digunakan oleh hampir sebagian orang di dunia ini untuk menghilangkan rasa Minder ( Rendah Diri ).

Tips Konyol dimaksudkan yaitu:
1.      Untuk menghilangkan rasa Minder, sering seseorang pergi minum, minuman beralkohol dengan kadar tinggi, sehingga ia berani sesaat dan lancar dalam berpidato ( speech of fluent ). Tapi itu bukan keaslian carakternya, namun itu hanyalah sebuah karakter  imitasi dan justru dampaknya menghilangkan sedikit demi sedikit energi dan potensi diri.
2.      Sikap meniru dan menerima berlebihan, tanpa memproses hasil imput dan berinisiatif dari dirinya.
            Tips kedua ini ibarat seperti seseorang membangun pondasi rumah diatas pasir atau menulis sebuah naskah diatas angin. Untuk itu perlu di insafi bahwa kedua tips/cara ini sebetulnya, bukanlah asli bahkan  solusinya ( Obatnya ), namun cara/tips seperti ini justru mengiring seseorang ke arah yang lebih menjurus ke alam  tak berdaya atau menghancurkan potensi diri ( broken self potention). Oleh karena itu perlu diikuti oleh setiap orang bahwa membuka diri dan memanage diri mengikuti setiap perkembangan yang sedang terjadi ( current event ) supaya perlu menanam serta menumbuh kembangkan rasa percaya diri ( confident ). Tidak seperti tips kedua ingin selalu meniru dan menerima terus-menerus.

Dengan beberapa penyakit diatas, saya ingin mencoba memberikan beberapa tips yang merupakan bukti empiri yang perlu diikuti. Saya yakin bahwa tentunya ada orang lain mempunyai pengalaman yang analog dengan saya. Ada pengalaman saya dulu sangat pemalu, dan sifat pemalu itu menurut saya akar/inti dari penyakit MINDER. Saya rasa tersiksa dengan sifat yang saya miliki saat itu. Sifat yang saya miliki yaitu sifat malu takut salah dan malu ditertawakan orang. Sifat seperti ini sama dengan manusia pengecut. Ibarat seseorang menyerah tanpa diserang oleh musuhnya. Coba bayangkan, sifat saya dalam acara pertemuan organisasi maupun kegiatan Ibadah, bukan saya yang ditunjuk untuk mengambil bagian, namun saya takut dan malu atau gugup serta keringat dingin.
Untuk menghilangkan rasa Minder, yang paling penting difikirkan. Hal ini merupakan tips yang penting difikirkan serta minimal dilakukan oleh setiap individu.

Tips yang saya hendak usulkan dalam tulisan ini, yaitu:
1.      Kita bercermin diri atau bertanya diri ( self question )
Apakah saya beda/aneh dengan orang lain ( maksudnya bukan perbedaan rasis )?. Dalam koteks ini kita bertanya apakah orang lain memiliki panca indera dan organ tubuhnya lain dari pada apa yang saya miliki selama ini? Ini pertanyaan primer ( Primery of Question ) kepada setiap orang jika merasa memiliki masalah penyakit kronis itu. Pertanyaan primer ini harus dijawab oleh setiap orang. Caranya harus berani dan mencoba dengan cara dan gayanya sendiri. Karena seseorang tidak mungkin menjadi seseorang yang lain. Ingat bahwa kita adakah kita! Kita bukan orang lain, maka marilah jadi diri kita sendiri dan berjuanglah untuk diri kita.

2.      Relasi Spritualitas. ( Spiritual of Relation )
               Maksud kami disini adalah bahwa setiap orang harus memahami diri serta menyadari bahwa yang harus malu dan takut kepada siapa?. Apakah sesama manusia yang selalu tidak luput dari kesalahan dan kesempurnaan ini, ataukah dengan Tuhan yang derajatnya lebih tinggi dari manusia dan makhluk ciptaan lain. ( Dalam konteks ini kita belum merasa bersalah dan mencoba ).

3.      Pertanyaan Basih ( Stale question )
      Pertanyaan ini sebetulnya pertanyaan basih atau stale question dan kata lain pertanyaan emosional dan sering kali pertanyaan ini banyak muncul dari setiap orang yang bertipe ambisius. Namun, penting juga kalau kita bermaksud murni dan berfikir positif ( positive thinking ) dalam mencari jatidiri ( self discover of identity ) dan mengarahkan diri ( self direction ).

4.      Tindakan Operasional ( Operational action )
      Jika berfikir dan bertindak, jangan melihat depan dan belakang serta kiri dan kanan, namun coba putuskan dan teguhkan hati anda serta fokuskan perhatian diri anda kepada object /masalah yang hendak ditanyakan.
      Ketika anda sebagai pemula. Maksudnya tindakan anda kali ini merupakan pertama, maka biarkan rasa gugupnya, gementarnya, dan keringatnya berjalan sendiri. Coba jangan menghitung konsekuensi buruknya ( lets negative konsequence ), lalu biasakan terus beberapa kali dalam forum-forum yang anda ikuti. Saya yakin pasti anda merasa ketagihan dan merasa interest setiap event yang ada.

5.      Ketelitian ( Etika bergaya dan berbahasa )
      Bagian ini penting sekali, namun anda mau supaya penyakit itu tidak bersarang di alam kehidupan kita, maka saran saya tidak perlu kita lakukan sesuatu penuh ketelitian dan pertimbangan dalam kegiatan awal kita. Kegiatan awal dijalani tidak perlu memperhatikan unsur perasaan dan alur pikiran secara terstruktur, terorganisir, terarah dan menggunakan kode etik yang berlebihan. Tujuan pertama yaitu bagaimana melakukan usaha pembentukkan mentalitas kita. Didalamnya adalah bagaimana kita menguasai masa, materi dan ruangan. Atau sering dengan fase adaptasi dan fase pembentukan embrio mental. Tetapi, perlu diingat bahwa keadaan ini jangan dibiarkan terus terjadi dalam diri kita, namun perlu dilakukan suatu evaluasi diri kita melalui teman dekat kita untuk menilai cara dan gaya tampil serta gaya bicara kita. Hal itu dilakukan secara kontinyu untuk mengukur kualitas diri kita. Itu merupakan suatu alat evaluasi yang cocok bagi perkembangan diri seseorang.
      Saya yakin hal ini sering terjadi dan pernah ada di alam kehidupan setiap individu, namun kukaryakan bagi pembaca atau kutu-net dan pembaca lain atau kutu buku yang ada diseantero negeri dan semoga artikel sederhana dapat bermanfaat bagi pembaca yang kami muliakan dan hormati. Buah karya seperti ini adalah obat, maka sebagian manusia kutu buku peduli dengan buku dan berbagai tulisan di media maya seperti ini. Terima kasih, karena anda telah membaca tulisan ini berarti anda telah berguru pada kami. Semoga anda menyatakan agree and allow on our creation like this.
      Shalom, Salam Walla’ikum. All people, All generation. May this can changes your thinking style and thinking method.
      Creator: mickyanjay.letta bilong me. For algeta bilong yu.Me stap blong West neu guinea land so far end earth in West Neu Guinea. j

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar