20 Juni 2011

OVER PESIMISME PARA EDUCATOR -TOP MANAGER


KURIKULUM  YANG ANTISIPATIF
By:
Micky Gombo

Jika dipandang dari segi orientasi dan jurusan yang disepakati untuk dibuka pada Sekolah Menengah Atas ( SMA ) yaitu Jurusan Bahasa ( Lengguage Major ), Jurusan IPA ( Science Major), dan Jurusan IPS ( Social science major ). Beberapa  jurusan yang ada ini keberadaannya baik adanya, namun seringkali membuat pihak lain dalam hal ini aparatur sekolah mengalami kewalahan dalam memagenya. Hari berganti hari, tahun berganti tahun pemerintah selaku pengawas dan penggagas serta penyusun Kurikulum tidak melihat dan mengamati secara langsung di lapangan, tentang kepincangan-kepincangan yang terjadi, sehingga hal ini terus menjamur dan membusuk serta terparasit dibidang pendidikan terutama di SMA/SLTA. Yang dimaksudkan disini yaitu, adanya penambahan beberapa mata pelajaran dibeberapa jurusan, sehingga hal ini menjadi beban studi oleh para peserta didik dan konsentrasi mereka tidak terfokus pada bidang-bidang yang sepatutnya dipelajari, maka hal ini perlu direviuw oleh para penggagas dan penyusun kurikulum pendidikan pusat.
Misalnya, Keberadaan mata pelajaran Sejarah, PPkn, Bahasa Indonesia, Penjas dan Geografi diajarkan di Jurusan IPA dan hal yang sama juga seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Matematika diajarkan di Jurusan IPS. Selain itu Jurusan Bahasa, seperti sejarah, PPkn serta Matematika dan lebih fatal lagi mata pelajaran tersebut belum dilakukan studi kelayakan sudah ditetapkan statusnya sebagai mata pelajaran Nasional serta dimasukan Ujian Nasional ( UNAS ).
Sedangkan tujuan pendidikan negara kita sendiri sudah jelas yaitu untuk mencerdaskan setiap insan yang mendiami di Negara Repulik ini melalui aparat-aparatnya yang ia siapkan, dan pula hal ini mengacu pada undang-undang no.2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional, maka diharapkan hal tersebut benar-benar terwujud dan bukan hanya Lip Service. Namun demikian apa yang dilakukan selama ini oleh penyusun kurikulum hanyalah suatu kekaburan dan bukan melakukan ke-clear-an, agar arah pendidikan kita menjadi jelas. Dengan berdasarkan penjelasan diatas kami memberikan imput yang konstruktif bagi penyempurnaan kurikulum pendidikan kita di Sekolah Menengah Atas. Imput tersebut antara lain;
1.      Keberadaan Mata Pelajaran PPkn, Sejarah, Geografi dan Bahasa Indonesia, Tikom untuk Jurusan IPA cukup diajarkan di Kelas X atau Kelas 1 SMA saja. Setelah pilih jurusan cukup diajarkan Matematika dan IPA diantaranya Fisika (Fisic Science), Kimia ( Chemistry Science ) and Biologi ( Biology Science ). Dan ketiga bidang studi tersebut diberikan alokasi waktu praktikumnya lebih banyak, agar mereka benar-benar mengalami dan apa yang mereka pelajari betul-betul menjadi teredensi serta profesinal dibidangnya.
2.      Pada Jurusan IPS cukup diajarkan  IPS; Ekonomi ( Economy Science), Geografi ( Geography Science), Matematika Ekonomi ( Economy of Mathematics ) dan Sejarah ( History ). Dan yang lainnya cukup diajarkan dikelas X dan sekolah Menengah tingkat pertama.
3.      Pada Jurusan Bahasa dan Sastra cukup diajarkan dengan Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Asing lainnya serta Matematika Ekonomi. Pelajaran extra seperti Komputer ( Teknologi Informasi dan Komunikasi ), namun perlu dibatasi dengan alokasi waktunya cukup singkat ± 1 ½ jam.

      Dengan melihat kondisi keberadaan beberapa bidang studi yang sebetulnya tidak layak diajarkan di Sekolah seperti sejarah dan PPKn ini hanya beban studi yang membuat siswa jenuh dan tak membangkitkan motivasi dan minat, sehingga hal ini perlu direviuw secara sungguh-sungguh oleh para penyusun kurikulum.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar