14 Februari 2012

Jumat, 05 Februari 2010 06:05 | postauthoriconOleh PDE Kab. Jayawijaya | PDF| Cetak| E-mail
lembah balliem
lembah balliem
Kabupaten Jayawijaya adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Papua dengan ibu kota Wamena yang terletak di lembah Balim,   lembah Balim lebih terkenal sehingga banyak orang menyebut lembah Balim identik dengan Jayawijaya atau Wamena. Dalam literatur Asing Lembah Balim juga sering disebut sebagai lembah Agung. Sejarah Kabupaten Jayawijaya sangat berhubungan erat dengan sejarah perkembangan gereja di wilayah ini, karena daerah ini adalah daerah terisolir tertutup dengan dunia luar sampai pada tahun lima puluhan para Misionaris mulai berdatangan dan mulai melakukan penginjilan di daerah ini.

Lembah Balim ditemukan secara tidak sengaja  ketika, Richard Archbold ketua tim ekspedisi yang disponsori oleh American Museum of Natural History melihat lembah hijau luas dari kaca jendela pesawat pada tanggal 23 Juni 1938. Penglihatan tidak sengaja ini adalah awal dari terbukanya isolasi lembah Balim dari dunia luar.
 Tim ekspedisi yang sama di bawah pimpinan kapten Teerink dan Letnan Van Areken mendarat di danau Habema. Dari sana mereka berjalan menuju arah lembah Balim melalui lembah  Ibele dan mereka mendirikan basecamp di lembah balim.
 Pada tanggal 20 April 1954, Sejumlah Missionaris dari Amerika  termasuk di dalamnya, Dr. Myron Bromley, tiba di lembah Balim. Tim Misionaris ini menggunakan pesawat kecil yang mendarat di sungai Balim tepatnya di Desa Minimo,  dengan tugas utama memperkenalkan agama Nasrani ke Orang Dani di Lembah balim. Stasiun Misionaris Pertama didirikan di Hitigima. Selama tujuh bulan mereka mendirikan landasan pesawat terbang pertama. Beberapa waktu kemudian misionaris menemukan sebuah areal yang ideal untuk dijadikan landasan pendaratan pesawat udara. Areal landasan pesawat terbang itu terletak berbatasan dengan daerah suku Mukoko, dan diareal inilah mulai di bangun landasan terbang yang kemudian berkembang menjadi landasan terbang Wamena saat ini.
 Pada tahun 1958 Pemerintah Belanda mulai kekuasaannya di lembah Balim, dengan mendirikan Pos pemerintahannya di sekitar areal landasan terbang, namun kehadiran Belanda di Lembah Balim tidak lama, karena melalui proses panjang diawali dengan ditandatangani dokumen Pepera pada tahun 1969, Irian Barat kembali ke Pemerintah Republik Indonesia, sehingga pemerintah Belanda segera meninggalkan Irian Barat (Papua). 
 Kabupaten Jayawijaya di bentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1969, tentang pembentukan Provinsi otonom Irian Barat dan  Kabupaten-kabupaten otonom di   Provinsi Irian Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1969 Nomor 47, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2907). Berdasarkan pada Undang-undang tersebut kabupaten Jayawijaya terletak pada garis meridian antara 137 derajat 12 menit sampai 141 derajat BT, dan 3 derajat 2 menit sampai 5 derajat 12 menit  LS yang memiliki daratan seluas 52.916 km2 merupakan satu-satunya Kabupaten di Provinsi Irian Barat  yang wilayahnya tidak bersentuhan dengan bibir pantai.
 Disebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Jayapura, Sebelah Selatan dengan Kabupaten Merauke, Sebelah Timur berbatasan dengan Negara PNG dan sebelah Barat dengan Kabupaten paniai.
 Secara administratif terdiri dari 12 wilayah Kecamatan yaitu kecamatan Wamena, Kurulu, Assologaima, Kurima, Kelila, Makki, Bokondini, Tiom, Karubaga, Okbibab, dan Kiwirok. Dengan jumlah Desa 112 Desa.
  Mengingat luasnya wilayah ini Pemerintah mulai mengadakan pemekaran wilayah dimulai dengan  pemekaran desa, Pemekaran Kecamatan dan pemekaran Kabupaten. Berdasarkan Undang-undang nomor 21 Tahun 2001 dengan diberlakukannya Otonomi Khusus di Papua Nama Kecamatan diganti menjadi Distrik dan Desa menjadi Kampung.
 Pemekaran Kabupaten dilakukan pada tahun 2002 melalui Undang-Undang No. 26 Tahun 2002 diadakan Pemekaran tiga Kabupaten baru yaitu Kabupaten Tolikara dengan ibukota Karubaga, Kabupaten Pegunungan Bintang dengan ibukota Oksibil  dan Kabupaten Yahukimo dengan ibukota Dekai dan Kabupaten Jayawijaya sebagai kabupaten Induk dengan ibu kota Wamena di lembah Balim.  Dengan pemekaran tersebut Kabupaten seluruhnya   menjadi empat  Kabupaten.

Pemekaran kabupaten Kedua kali pada tahun 2008,   yaitu pemekaran dari wilayah Kabupaten Jayawijaya dan sebagian wilayah Kabupaten pemekaran pertama. Dimekarkan empat Kabupaten baru yang diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri RI pada tanggal 12 Juni 2008 di Wamena. Keempat Kabupaten baru dimekarkan itu masing melalui: 
Undang-Undang Nomor 03 Tahun 2008 tentang pemekaran  Kabupaten Membramo Tengah dengan ibukota Kobakma meliputi Distrik Kobakma, Distrik Kelila, Distrik Eragayam, Distrik Megambilis dan Distrik Ilugwa. Batas-batas wilayah Kabupaten Membramo Tengah adalah sebelah Utara berbatasan dengan Distrik Membramo Hulu Kabupaten Membramo Raya. Sebelah Timur berbatasan dengan Distrik Elelim dan Distrik Abenaho Kabupaten Yalimo. Sebelah Selatan berbatasan dengan Distrik Wolo dan Distrik Bolakme Kabupaten Jayawijaya dan Sebelah Barat berbatasan dengan Distrik Bokondini dan Distrik Kembu Kabupaten Tolikara.
Undang-undang nomor 04 Tahun 2008 tentang pemekaran Kabupaten Yalimo, dengan ibukota Elelim, meliputi Distrik Elelim, Apalapsili, Abenaho, Benawa dan Distrik Welarek. Dengan batas wilayah sebelah Utara berbatasan dengan, sebelah Timur dengan, Sebelah Selatan berbatasan dengan Distrik Walelagama dan Distrik Kurulu Kabupaten Jayawijaya dan sebelah Barat berbatasan dengan Distrik Kobakma dan Distrik Megambilis Kabupaten Membramo Tengah. 
Undang-undang nomor 05 Tahun 2008 tentang pemekaran Kabupaten Lany Jaya, dengan ibukota Tiom, meliputi Distrik Tiom, Distrik Pirime, Makki, Gamelia, Dimba, Melagineri, Balingga, Tiomneri, Kuyawage dan Poga. Dengan batas-batas wilayah : Sebelah Utara berbatasan dengan Distrik Kanggime, Karubaga dan Goyage Kabupaten Tolikara serta Distrik Kelila Kabupaten Membramo Tengah. Sebelah Timur berbatasan dengan Distrik Assologaima Kabupaten Jayawijaya. Sebelah Selatan berbatasan dengan Distrik Mbua, Distrik Yigi, Distrik Mugi, Distrik Mapenduma, Distrik Geselama Kabupaten Nduga dan Sebelah Barat berbatasan  Distrik Ilaga Kabupaten Puncak dan Distrik Ilu Kabupaten Puncak Jaya. 
Undang-Undang nomor 06 tahun 2008 tentang pemekaran wilayah Kabupaten Nduga. Dengan ibukota Kenyam. Meliputi Distrik Kenyam, Distrik Mapenduma, Distrik Yigi, Distrik Wosak, Distrik Geselma, Distrik Mugi, Distrik Mbua dan Distrik Gearek.Batas wilayah Nduga meliputi sebelah Utara berbatasan dengan Distrik kuyawage, Distrik Balingga, Distrik Pirime dan Distrik Makki Kabupaten lanny Jaya, Sebelah Timur berbatasan dengan Distrik Pelebaga dan Distrik Wamena Kabupaten Jayawijaya, Sebelah Selatan berbatasan dengan Distrik Sawaerma Kabupaten Asmat dan Sebelah Barat berbatasan dengan Distrik Jila Kabupaten Mimika.  
Dengan pemekaran empat wilayah Kabupaten baru tersebut diatas maka wilayah Kabupaten Jayawijaya sebagai Kabupaten Induk tinggal 8.496 Km2, yang terbagi dalam 11 wilayah pemerintahan Distrik/Kecamatan  Yaitu Distrik Wamena, Distrik Hubikosi, Distrik Pelebaga, Distrik Walelagama, Distrik Assolokobal, Distrik  Kurulu,  Distrik Bolakme, Distrik Wolo, Distrik  Yalengga, Distrik Assologaima, dan Distrik Musatfak. 1 Kelurahan dan  116 Kampung.
Batas Wilayah Kabupaten Jayawijaya saat ini adalah sebelah utara, dengan kabupaten mamberamo tengah dan kabupaten ualimo, sebelah timur dengan kabupaten Pegunungan Bintang, sebelah selatan dengan Kabupaten Yahukimo, dan sebelah barat dengan Kabupaten Lani Jaya dan Kabupaten Tolikara.
Peta Wamena sebelum pemekaran 

peta

Peta Wamena sesudah pemekaran
http://www.jayawijayakab.go.id/images/stories/petawamena2.jpg



Batas Wilayah Kabupaten Jayawijaya Saat ini adalah  Sebelah Utara, dengan Kabupaten membramo Tengah dan Kabupaten Yalimo, Sebelah Timur dengan Kabupaten Pagunungan Bintang,  Sebelah Selatan, dengan Kabupaten Yahukimo, dan Sebelah Barat dengan Kabupaten Lany Jaya dan Kabupaten Tolikara.
Terakhir Diupdate (Kamis, 18 Februari 2010 10:24)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar