18 November 2012

Populasi Orang Asli Papua menurun

Populasi Orang Asli Papua Menurun, Poligami Dianggap Solusi

Sunday, 09-09-2012 00:33:02 Oleh MAJALAH SELANGKAH Telah Dibaca 233 kali
Bandung, MAJALAH SELANGKAH — Ciska Abugau, anggota Mejelis Rakyat Papua (MRP) seperti dilansir Cermin Papua menuturkan, sejak Papua dianeksasikan sebagai bagian dari Negara Kesatauan Republik Indonesia (NKRI) sampai saat ini banyak rakyat Papua menjadi korban akibat kekerasan Militer Indonesia, oleh sebab itu generasi Papua perlu terapkan poligame agar orang Papua tidak punah dari atas negeri sendiri.
Hal itu diungkapkan Ciska di sela-sela sambutan Acara Syukuran Wisudawan dan pengukuhan Mahasiswa Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Pamongpraja Muda, di  Gor Kampus Institut Koperasi Indonesia (IKOPIN) Jatinangor, Bandung, Jawa Barat, Kamis, (6/9), lalu.
“Namun yang paling inti sebagai kepala keluarga harus bertanggung jawab untuk mengurus keluarganya agar tidak menimbulkan kekerasan dalam rumah tanggah,” kata anggota Majelis Rakyat Papua itu.

Lanjutnya, bila kebiasan tersebut tidak terapkan oleh generasi Muda Papua maka orang Papua akan Punah. Karena, kata dia, angka kematihan di Papua semakin meningkat dari tahun ke tahun dibandingkan angkat kelahiran. “Dalam hal ini mama-mama Papua pun merasa sakit hati, karena anak yang dilahirkan ternyata untuk dibunuh oleh militer Indonesia,” katanya.
Ditambahkan, karena selama ini yang terjadi penembakan di Papua, pihak aparat selalu mengatakan OTK. “Kami sebagai perwakilan Orang Asli Papua merasa kecewa dengan pernyataan ini. Padahal yang memiliki sejata adalah TNI/POLRI, “tutur Mama Ciska.
Mandos Mote, Mahasiswa Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN) mengatakan, setuju dengan ungkapan mama Ciska Abugau. “Jika melihat kondisi Papua saat ini populasi orang Papua menurun.  Angka kematian misterius sangat banyak. Maka, setuju dengan Mama Ciska. Mari kita angkat budaya poligami demi menyelamatkan manusia dan alam Papua, walaupun hal ini pertentangan dengan Agama,” kata Mote.  (Jekson Ikomou/003/MS)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar